TIPS FOTO OOTD

September 08, 2018

Feeds instagramku sebagian besar penuh dengan foto OOTD (Outfit Of The Day). Dari kecil aku memang suka sekali di foto, apalagi jika aku baru beli baju baru. *LOL*! Di samping itu juga, setelah beranjak dewasa banyak sekali teman dan kerabat dekatku yang sering tanya “Rhia beli bajunya dimana? Kok lucu sih? Bagus!” Dari sana, aku inisiatif bikin blog tentang OOTD sehari-hari aku untuk ke kampus, atau sekedar jalan-jalan. Jadi, teman-teman yang lihat bisa tahu aku belinya dimana, model bajunya seperti apa, dll.

Suamiku sangat mendukung kegiatan positif ini. Suamiku juga adalah fotografer di balik foto-foto OOTD aku dari dulu sampai sekarang. Dia hobi motret, aku suka dipotret, jadi serasi kan? *Nyengir* Dari sana, nggak sedikit juga yang tanya, tentang gimana caranya foto OOTD yang bagus dan sedap dipandang. Apakah harus di tempat yang mewah? Kata siapa? Atau harus di tempat yang artistik? Tidak juga. Kalau mau bagus sekalian ya foto di studio.

Di sini, aku akan berbagi tips foto OOTD yang sering aku lakukan. Caranya mudah sekali kok. Kira-kira apa aja sih yang harus dipersiapkan dan dilakukan? Yuk simak sampai selesai!

TENTUKAN OUTFIT (PAKAIAN)
Untuk melakukan sesi foto OOTD, tentunya kita harus menentukan pakaian yang akan kita kenakan. Seperti pemilihan warna, modelnya bagaimana, dll. Misalnya di postingan kali ini aku memilih outfit dengan warna netral yaitu coklat. Aku memilih outer warna coklat mocca. Outer ini aku padukan dengan celana jeans model jogger, hijab motif dengan corak warna coklat tentunya, dan sepatu kets putih andalanku. Berarti dengan tampilan seperti ini, aku lebih menampilkan sisi casual yang aku punya. Gaya nya pun lebih terlihat santai.



MENCARI LOKASI FOTO
Setelah menentukan outfit, selanjutnya yang kita lakukan adalah mencari lokasi foto. Kalau aku sendiri, biasanya mencari cafe atau tempat makan yang sesuai dengan kepribadian atau ciri khas aku. Kenapa cafe atau tempat makan? Karena bisa sekalian makan, selain bisa foto OOTD biasanya aku juga suka foto makanan. Tapi itu nggak harus ya. Kalau kantong lagi kering tapi tetep mau foto, ya aku sama suami cari tempat yang gratis, biasanya paling hanya bayar parkir atau bahkan tidak dipungut bayaran sama sekali.


Contohnya adalah yang satu ini. Aku dan suami melakukan sesi foto di pinggir jalanan. Percaya nggak? Lokasi ini adalah semacam trotoar di depan rumah radank Pontianak. Dulu trotoar ini tidak seperti ini. Tapi setelah berubah, dan menurutku instagramable, tempat ini menjadi incaran kami untuk menjadi background foto. Kenapa memilih di sini? Pertama, warna temboknya abu-abu, dan dihiasi tiang-tiang lampu dari kayu warna coklat. Cocok sama outfit yang aku pakai.  Warnanya jadi menyatu, dan outfit-nya tetap menonjol. Tempat sampahnya aja gemas banget nggak sih? Ini yang di samping aku itu tempat sampah, tapi nggak bau ya. Hehe



CARI ANGLE FOTO
Angle foto setiap orang itu berbeda-beda. Ada yang angle apapun bagus, ada juga yang cuma cocok satu angle, atau gimana pinter-pinternya kita menyiasati angle agar terlihat oke. Contohnya aku. Jadi, aku itu jarang banget foto dengan miring ke kanan. Kenapa? Aku sangat mengenal bentuk wajahku, entah kenapa hasilnya selalu beda ketika aku miring ke kiri. Pipiku terlihat lebih tembab dibandingkan saat aku miring ke kanan. Bosan dong? Ya tergantung kitanya, miring bukan berarti gayanya itu itu terus kan? Bisa disiasati dengan duduk, senyum yang berbeda, tempat yang berbeda juga, dan masih banyak lagi sesuai kreatifitas kitanya.





Lagi pula tergantung kita mau menonjolkan apanya. Misalnya ingin memperlihatkan outfit, ya mau berdiri biasa aja juga sudah bagus. Jangan lupa selalu diskusikan angle foto dengan yang motret nya, sekalipun itu suami sendiri, tetap harus bilang. Kalau aku biasanya diarahkan dulu, aku yang motret dia dulu, jadi dia bisa tahu maunya aku seperti apa. Supaya apa? supaya, yang motret nggak kerja dua kali, dan yang dipotret juga puas dengan hasilnya.

PERHATIKAN CAHAYA
Cahaya yang paling bagus untuk foto adalah pagi atau sore. Pagi di jam 6 sampai 9, dan sore di jam 3 sampai 5. Aku sendiri lebih sering di sore hari, karena kalau pagi itu lebih besar godaannya untuk pergi keluar rumah, kecuali lagi di tempat tertentu ya, contohnya lagi liburan ke tempat yang bagus, itu kita mulai dari pagi.

Biasanya aku memilih foto di sekitar jam setengah 5, karena matahari sudah mulai turun, jadi cahaya yang dihasilkan lebih natural. Jadi ketika diedit pun tidak sulit, dan pastinya tidak noise atau bintik-bintik.



PUNYA KAMERA
Punya kamera di sini, bukan berarti harus punya kamera profesional ya. Sekarang, rata-rata HP berbasis android sudah memiliki kamera dengan resolusi gambar yang tinggi. Apalagi pengguna IPhone, gambar yang dihasilkan juga sudah oke banget. Intinya harus memaksimalkan pemakaian apa yang sudah kita punya. Kalau hanya punya kamera HP ya digunakan dengan sebaik mungkin, kalau sudah punya kamera DSLR atau mirrorless, lebih dimanfaatkan lagi dengan sebaik-baiknya.


Aku sendiri, alhamdulillah sudah kesampaian memiliki mirrorless. Ini kado ulang tahun dari suami tepat di usiaku seperempat abad. Jadi tambah semangat buat bikin konten pastinya. Kamera yang aku pakai di sini mirrorless dari Canon, dengan setingan kamera auto, karena cahaya di lokasi juga masih cukup terang. Intinya estimasi waktu biar cahaya nya pas, dengan begitu hasil foto juga akan maksimal.

PERCAYA DIRI & BERSYUKUR
Dari sekian tips diatas, sebenarnya ini yang paling utama. Percaya diri itu penting. Mau fotonya beda dari yang lain, mau fotonya dilihatin orang banyak, atau fotonya cuma gitu-gitu aja, harus tetap bisa percaya sama usaha sendiri. Kalau kita cuma bisa foto di depan rumah, why not? Biarpun ada yang bilang, “Ih, nggak variasi masa fotonya didepan rumah doang!” biarin aja. Jangan dipikirin. Lalu ada yang bilang juga, “Ih, bajunya itu-itu aja.” Kita senyumin aja, bukan mereka yang beli bajunya kan. Tapi ingat, percaya diri pada ranahnya, jangan sampai percaya diri jadi membuat kita sombong dan lupa diri. Harus tetap menjadi pribadi rendah hati dan apa adanya.



Terakhir adalah bersyukur. Jangan suka ingin seperti orang lain. Apa yang kita dapat itu rezeki yang kita punya. Seperti yang aku bilang tadi, misalnya kita cuma punya kamera HP, ya sudah, itu memang rezeki kita. Kalau orang punya kamera yang lebih bagus, kita nggak boleh iri. Kita nggak tahu usaha apa yang sudah dia lakuin untuk bisa beli kamera yang lebih bagus. Jangan memaksakan juga dengan apa yang kita belum tentu mampu. Contoh lain, mereka OOTD dengan barang branded, kalau kita cuma bisa beli baju di pasar baru. Bukan berarti kita nggak boleh foto OOTD kan? Atau dia lebih cantik, kulitnya lebih putih, jalan-jalan terus, dll. Ah, sudah, kalau mau bandingkan pasti banyak bedanya. Setiap orang punya porsinya masing-masing. Jadi sekali lagi, bersyukur, bersyukur, bersyukur.

Semoga tips di atas bermanfaat buat pembaca semua ya. Kalau ada kritik atau saran bisa berikan komentarnya di bawah. Terima kasih!



RHIALITA




You Might Also Like

0 komentar

Rhialitage