Berlibur di Wisata Kawah Putih (Ciwidey - Jawa Barat)

May 29, 2017

Ini memang pertama kalinya aku dan suami mengunjungi tempat wisata yang sudah tidak asing lagi di telinga. Yaitu Wisata Alam Kawah Putih,  Ciwidey - Jawa Barat. Apakah kamu sudah pernah ke sini? Yuk simak cerita singkatku saat berkunjung ke Kawah Putih.


Aku tidak berdua saja, aku mengajak kedua adikku Fajar dan Riri juga ke tempat ini,  sebenarnya Mamah juga mau ikut,  tapi karena tiba-tiba beliau tidak enak badan,  akhirnya membatalkan rencananya untuk ikut bersama kami.

Kami pergi dari Pasteur, Bandung sekitar jam 9 pagi,  menggunakan mobil. Kami menyewanya seharga 600 ribu/seharian. Tadinya kami pikir mau naik kendaraan umum saja, tapi setelah dipertimbangkan, ongkosnya hampir sama, belum juga kalau macetnya, capeknya, waktunya, belum lagi kalau hujan dll. Pasti riweuh! Nah,  Kalau kita sewa mobil kan, kita mau tidur,  mau makan, jadi lebih mudah, karena ada supir yang siap sedia antar kita kemana saja. Apalagi kami mendapat supir yang baik banget, ramah pula. Jadi saranku lebih baik naik kendaraan sendiri atau sekalian sewa. 

Kami tiba di lokasi sekitar setengah sebelas siang. Tiket masuknya waktu itu dihitung sekalian dengan parkir. Kami parkir di bawah, karena jika parkir di atas dekat dengan wisata Kawah Putihnya, lebih mahal dibanding kita parkir di area bawah dekat pintu masuk.








Satu orang dikenakan Rp 35.000,- dan mendapat tiket naik dan turun angkutan di wisata Kawah Putih. Jadi jumlahnya ada 8 tiket. Sedangkan Pak supir, nungguin kita sampai selesai sambil makan siang. Kebetulan kami bekal nasi bungkus dari rumah (nasi+ayam dan tahu goreng+sambal terasi) sedap! Jadi 1 bungkus kami berikan untuk pak supir. 

Udara di perjalanan menuju ke lokasi atas sejuk banget, segar. Rasanya sudah lama banget nggak ngerasain udara begini. Dan akhirnya kesampaian sebelum pindah ke kota khatulistiwa Pontianak. Sesampainya di puncak sana, ternyata hujan, jadi kami pun menyewa payung. Nggak lama, hujannya tambah deras, alhasil kami neduh dulu,  sambil makan bekal nasi bungkus masakan Mamah tercinta. Semua orang jadi ngeliatin kita yang enak makan. Ah jadi malu atulah. Hehe

Hujan pun berhenti, kami melanjutkan untuk turun sedikit untuk menikmati indahnya kawah putih. Waktu itu cukup ramai, namun masih ada lahan untuk kami berfoto mengabadikan momen. Jarang banget ngumpul begini. Nggak kerasa juga punya adik sudah besar. :')

Ohya, kalau kalian nggak bawa kamera sendiri, nggak usah khawatir, karena di sana sedia jasa foto yang harganya terjangkau. Jadi bayarnya tergantung jumlah foto yang diambil. Kalau posenya sepuasnya deh. :D 

Di sana juga banyak orang berjualan, mulai dari makanan sampai serbuk belerang juga ada. Kalau harga sih kurang tahu soalnya aku nggak tanya. Hehe.. 

Beberapa tanda peringatan juga di pasang untuk mengingatkan pengunjung. Misalnya, untuk yang mengajak anak,  atau adik yang masih kecil, harus diawasi yah, karena katanya jangan sampai tersentuh air belerangnya. Apalagi sampai tercebur kan bahaya :(

Di sana asyik! Udaranya sejuk banget, malah bisa tiba-tiba dingin banget! Makanya harus sedia jaket. Pemandangannya juga sangat indah, pokoknya serasa nggak mau pulang dari sana. Hehe. Alhamdulillah,  Ini adalah potret kemesraanku dengan Keluarga dan Alam. Kalau kamu? 











Ada Vlog juga dari cerita liburan di Kawah Putih. Upload nggak yah? Hehe

Sampai jumpa lagi di liburan selanjutnya ya!



With Love, 

Rhialita



White Shirt from Gaudi Clothing


You Might Also Like

0 komentar

Rhialitage